Harga: Rp. 40.000,-
Hubungi: 085885753838
Islam
sebagai Dien (aturan hidup) yang paripurna memandang bahwa perlindungan terhadap
hak cipta tidak hanya melindungi hak-hak kepemilikan seseorang akan tetapi
perlindungan ini akan memberikan ruang gerak yang luas bagi pencipta untuk
lebih maju dan berkompetensi. Dalam ruang lingkup hak cipta karya tulis maka
perlindungan ini akan menjadikan para penulis/pengarang yang berkompeten dengan
keilmuannya dapat berkhidmah kepada umat dengan menyebarkan segala ilmu
pengetahuan yang dimiliknya dalam bentuk karya tulis.
Secara umum permasalahan hak cipta dalam
dunia Islam tidak dikenal pada awal-awal pertumbuhan Islam, terutama berkaitan
dengan hak ekonomi yang ada padanya, namun jika dilihat dari segi moral dan
tanggung jawab ilmiah serta penghargaan kepada penulis maka umat Islam telah
sepakat mengenai masru’nya menuliskan nama penulis di setiap
karangan/tulisan.
Islam telah memberikan kaidah-kaidah
umum yang memberikan dasar hukum bagi kepemilikan kekayaan seorang penulis. Hal
ini seperti pendapat dari Ibnu Hazm yang menyebutkan "Upah mengajar al-Qur'an, mengajar ilmu
dengan cara bulanan dan dalam jumlah tertentu, jampi-jampi dengan al-Qur'an,
menyalin Al-Qur'an atau buku-buku pelajaran semuanya dibolehkan.
Pendapat beliau ini berkenaan dengan bolehnya mengambil ujrah/upah bagi
seorang pengajar, peruqyah dan penyalin buku-buku atas pekerjaannya tersebut.